Jumat, 14 April 2017

Tugas Softskill Pengantar Animasi dan Desain Grafis (Membuat Desain Grafis)

TUGAS SOFTSKILL ANIMASI DAN DESAIN GRAFIS
MEMBUAT DESAIN GRAFIS



NAMA        : Dicka Agung Dias Putra
KELAS       : 3KA-19
NPM           : 13114033
JURUSAN  : S1-Sistem Informasi
--------------------------------------------------------------
Kata Pengantar


Segala puji dan syukur terpanjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas segala karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Topik yang dibahas dalam makalah ini ialah mengenai desain grafis dengan bahasan utama yaitu membuat desain grafis dengan program Coreldraw yang telah penulis buat dan ada jenis desain grafis yang dibuat adalah vektor.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada bapak Supeni Tanjung selaku Dosen Mata kuliah Pengantar Animasi dan Desain Grafis, dan semua pihak yang telah memberikan saran dan bantuan selama menyelesaikan tugas ini.

Saya menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan  menyelesaikan makalah ini baik dari segi materi maupun penyajiannya, untuk itu saran serta kritikan yang membangun dari dosen dan rekan-rekan sangat diharapkan guna perbaikan makalah  ini. Akhir kata penulis berharap semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.


DAFTAR ISI

Daftar Isi                                                                                       Halaman

Cover Makalah....................................................................................... 
Kata Pengantar.......................................................................................
Daftar Isi................................................................................................

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang................................................................................
1.2. Rumusan Masalah...........................................................................
1.3. Tujuan Pembuatan Makalah............................................................

BAB 2 ISI
2.1. Corel Draw X7................................................................................
2.1. Logo Art..........................................................................................
2.2. Cartoon Art.....................................................................................
2.3. Line Art...........................................................................................
2.4. Triangulation Art.............................................................................
2.5. WPAP (Wedha’s Pop Art Portrait)..................................................
2.6. Anime Style Art..............................................................................

BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan...................................................................................... 

BAB 1
PENDAHULUAN


            1.1.Latar Belakang

Desain grafis atau rancang grafis adalah proses komunikasi menggunakan elemen visual, seperti tulisan, bentuk, dan gambar yang dimaksudkan untuk menciptakan persepsi akan suatu pesan yang disampaikan. Bidang ini melibatkan proses komunikasi visual.
Desain grafis meliputi beberapa unsur yaitu berupa titik, garis, bentuk, warna, dan bisa juga berupa objek 3 dimensi yang memberikan kesan lebih hidup kepada desain grafis itu sendiri. Pada makalah ini penulis ingin memberikan beberapa bentuk desain grafis yang telah penulis buat dan semua desain grafis ini berupa vector art yang dibuat menggunakan CorelDraw.

1.2.Rumusan Masalah
-          Mengenal apa itu Logo Art
-          Mengenal Cartoon Art
-          Mengenal Line Art
-          Mengenal Triangulation Art
-          Apa itu WPAP ?
-          Anime Style Vector Art

1.3.Tujuan Pembuatan Makalah
      Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menambah wawasan dan pemahaman mahasiswa serta pembaca dari makalah ini tentang beberapa jenis Vector Art yang dapat dibuat dengan Corel Draw dan memberikan gambaran hasil akhir dari tiap teknik yang berbeda.


BAB 2
ISI

2.1. Corel Draw X7



CorelDraw adalah sebuah program komputer yang melakukan editing pada garis vektor. Program ini dibuat oleh Corel, sebuah perusahaan software yang berkantor pusat di Ottawa, Kanada. Corel draw memiliki kegunaan untuk mengolah gambar, oleh karena itu banyak digunakan pada pekerjaan dalam bidang publikasi atau percetakan ataupun pekerjaan di bidang lain yang membutuhkan proses visualisasi.
CorelDraw juga memiliki beberapa keunggulan diantaranya :
1.      Gambar yang dihasilkan dengan vektor atau berbasis vektor bisa ditekan pada tingkat yang paling rendah namun hasilnya tidak kalah dengan gambar yang berbasis bitmap atau raster.
2.      Penggunaan Corel Draw, terutama pada tool-tool yang ada di dalamnya sangat mudah dipahami oleh penggunanya, bahkan oleh orang yang baru pertama menggunakannya.
3.      Corel Draw sangat baik untuk mengkolaborasikan antara tulisan dengan gambar, seperti layaknya Adobe Photoshop.
4.      Banyaknya pengguna Corel Draw, membuat adanya komunitas dengan jumlah anggota yang besar. Hal ini akan membuat kita tidak kesulitan jika ingin mempelajari Corel Draw lebih mendalam karena banyak ditemukan tutorial, tips dan trik yang diproduksi oleh pengguna lain.

Keunggulan tersebut juga dapat terbentuk karena adanya beberapa fitur dibawah ini yaitu :

1.      Menciptakan desain logo atau simbol, yang mana ini adalah kegunaan Corel Draw yang paling banyak dimanfaatkan oleh penggunanya, terutama pembuatan logo dua dimensi karena kemudahannya dalam mengolah garis dan warna.
2.      Membuat desain undangan, brosur dan lain-lain juga menjadi suatu kegunaan dari program Corel Draw. Media publikasi offline lainnya juga menggunakan Corel Draw sebagai alat untuk mendesain. Corel Draw memiliki banyak jenis font yang dapat memudahkan desainer untuk mengeksplorasi imajinasi desain dan tulisan yang akan dibuat.
3.      Membuat cover buku juga dapat dilakukan di Corel Draw. Dengan Corel Draw maka tugas desain akan menjadi mudah karena dapat memanfaatkan desain sampul dan teknik pewarnaan yang lebih sempurna oleh Corel Draw. Detail gambar pun akan terlihat lebih jelas.
4.      Pembuatan gambar ilustrasi juga dapat dilakukan dengan Corel Draw. Gambar yang dihasilkan lebih berkualitas, terutama ketika berhubungan dengan lengkungan, garis atau sudut. Ukuran yang diperoleh dijamin sangat akurat.



2.2.Logo Art

Diatas adalah sebuah logo yang penulis buat dengan bentuk logo yang terbentuk dari tulisan serta vektor sebuah bumi beserta pesawat dengan perpaduan warna utama yaitu biru putih dan hijau.

2.3.Cartoon Art

Cartoon art atau dalam bahasa indonesia adalah vektor kartun merupakan vektor yang merubah citra digital dari foto orang asli menjadi sebuah vektor kartun dengan pewarnaan yang lebih tradisional.

2.4.Line Art

Merupakan seni yang merubah foto asli menjadi foto hitam putih dan lebih menonjolkan garis tepi sehingga terlihat seperti bayangan tak berisi.

2.5.Triangulation Art

Diatas adalah triangulation art yang menonjolkan seni dalam bentuk segitiga yang saling bersinambungan membentuk suatu objek yang dapat menimbulkan kesan 3 dimensi bagi yang melihatnya.

2.6.WPAP

WPAP (Wedha’s Pop Art Portrait) adalah sebuah seni vektor yang mengambil bentuk kotak-kotak dan tidak memiliki garis lengkung sama sekali dari gambar aslinya, dan ciri-cirinya mudah dilihat yaitu pewarnaannya yang warna warni.

2.7.Anime Style Art

Anime Style Art tidak berbeda jauh dengan cartoon art. Hanya saja desain wajah akan diubah menjadi lebih kartun.


BAB 3
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

ada berbagai macam jenis vektor art yang dapat dipelajari. Setiap jenis memiliki ciri khasnya masing-masing dan dapat memberikan kesan yang berbeda bagi para penikmat desain grafis. Kembali lagi itu semua soal selera bagaimana penikmat ingin melihat seni desain grafis yang di inginkan.



Minggu, 05 Juni 2016

Manajemen Layanan Sistem Informasi - Makalah terjemahan buku "IT SERVICE MANAGEMENT"

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pada postingan kali ini saya akan memberikan sedikit ilmu yang dipelajari dari sebuah buku yang berjudul "IT SERVICE MANAGEMENT".

buku ini merupakan karya dari Ernest Brewster,Richard Griffiths,Aidan Lawes,John Sansbury.

pada kesempatan kali ini kelompok saya menerjemahkan sebuah bahasan dari buku ini, yaitu mengenai "Siklus Hidup Layanan" dan pada postingan ini saya akan menjelaskannya dalam bentuk makalah.

berikut makalah hasil terjemahan kami :


Sekian Hasil Terjemahan dari kelompok kami, semoga dapat menambah ilmu dan wawasan kita mengenai apa itu Siklus Hidup Layanan dan apa saja aspek penting yang ada didalamnya.

akhir kata saya ucapkan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Minggu, 03 April 2016

Manajemen Layanan Sistem Informasi - Bab 5 translasi dari buku "IT SERVICE MANAGEMENT"

IT SERVICE MANAGEMENT

Edisi Kedua

Ernest Brewster, Richard Griffiths, Aidan Lawes and John Sansbury
____________________________________________________

Daftar Isi

1. BAB 5.

2. OPERASI LAYANAN.
                                                                                                                
3. PENGENALAN.
                                                                                                                          
4. MAKSUD DAN TUJUAN.
                                                                                                       
5. NILAI OPERASI LAYANAN.
                                                                                                        
6. KEGIATAN DAN FUNGSI UTAMA.
                                                                                             
7. BANTUAN MANDIRI.
                                                                                                                                                                   

_____________________________________________________

OPERASI LAYANAN


Operasi layanan adalah fase siklus hidup manajemen layanan IT yang bertanggung jawab untuk kegiatan 'bisnis seperti biasanya'. Jika layanan tidak dimanfaatkan atau tidak disampaikan secara efisien dan efektif, mereka tidak akan memberikan nilai secara penuh, terlepas dari seberapa baik mereka mungkin dirancang. Ini adalah layanan operasi yang bertanggung jawab untuk memanfaatkan proses untuk memberikan layanan kepada pengguna dan pelanggan.

Operasi layanan di mana nilai yang telah dimodelkan dalam strategi pelayanan dan dikonfirmasi melalui desain layanan dan transisi layanan sebenarnya disampaikan. Tanpa operasi layanan menjalankan layanan seperti yang dirancang dan memanfaatkan proses seperti yang dirancang, tidak akan ada kontrol dan manajemen layanan. Produksi metrik dengan operasi layanan akan membentuk dasar dan titik awal untuk kegiatan peningkatan pelayanan.



MAKSUD DAN TUJUAN

Tujuan dari operasi layanan adalah untuk mengatur dan melakukan kegiatan dan proses yang diperlukan untuk memberikan layanan kepada pengguna bisnis pada tingkat yang disepakati layanan. Selain itu, operasi layanan bertanggung jawab untuk manajemen berkelanjutan dari teknologi (infrastruktur dan aplikasi) yang digunakan untuk menyampaikan dan mendukung layanan.

operasi layanan adalah tindakan penyeimbangan. Ini bukan hanya soal melaksanakan proses pada sehari-hari. Ada 'perdebatan' dinamis yang berlangsung pada empat tingkat. Ini dikenal sebagai 'empat saldo operasi layanan':

- Pandangan internal IT terhadap bisnis eksternal : Pandangan bisnis eksternal IT akan berhubungan dengan layanan yang diberikan kepada pengguna dan pelanggan, sementara secara internal dalam IT layanan tersebut akan dipandang sebagai sejumlah komponen. Individu atau tim yang bertanggung jawab untuk menjalankan komponen tertentu mungkin tidak mengerti bagaimana komponen mereka cocok dengan pengiriman keseluruhan layanan tertentu. Jika sebuah organisasi terlalu fokus secara eksternal, akan ada risiko bahwa perjanjian akan dibuat dengan bisnis yang tidak bisa benar-benar disampaikan karena kurangnya pemahaman tentang bagaimana bagian-bagian konstituen internal yang perlu untuk beroperasi. Sebaliknya, sebuah organisasi yang berfokus terlalu internal cenderung berjuang untuk memahami dan memberikan kebutuhan bisnis.

·         - Stabilitas vs ketanggapan : Perubahan seringkali menjadi penyebab insiden dan hilangnya ketersediaan, sehingga sangat mungkin tergoda untuk membatasi jumlah perubahan dalam rangka untuk meningkatkan stabilitas layanan. Namun, perubahan akan selalu dibutuhkan untuk menjaga layanan agar up to date dan untuk mengadopsi serta untuk perkembangan kebutuhan bisnis. Keseimbangan adalah antara bisa cepat merespon perubahan dan fokus pada stabilitas infrastruktur.

      - Kualitas layanan vs biaya layanan : Akan selalu ada tekanan untuk meningkatkan kualitas layanan IT sekaligus mengontrol biaya layanan. tekanan anggaran secara intens dapat menyebabkan menurunnya tingkat layanan dan lebih parahnya kegagalan karena kurangnya dukungan. Di sisi lain, organisasi bisa jadi tidak seimbang di 'sisi lain' mungkin membayar terlalu banyak untuk layanan mereka dengan ketahanan built in yang tidak dapat dibenarkan. Kuncinya adalah harus memiliki dialog yang bermakna lebih dari biaya untuk memastikan bahwa bisnis sepenuhnya mengerti apa yang akan dan tidak mendapatkan sejumlah uang dan apa yang akan Anda dapatkan jika itu menghabiskan sedikit kurang ataupun sedikit lebih.

·        -  Reaktif vs proaktif : Sebuah organisasi yang sangat proaktif akan selalu memprediksi di mana hal-hal bisa menjadi salah dan mengambil tindakan untuk mengurangi atau mencegah situasi tersebut. Dalam kondisi ekstrim, organisasi tersebut dapat lebih memantau dan menerapkan perubahan yang tidak perlu. Sebaliknya, organisasi yang murni reaktif menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk'pemadaman kebakaran' dan berurusan dengan situasi yang muncul, dan mereka perlu lebih bergerak ke pendekatan 'pencegahan kebakaran' memprediksi dan menghindari insiden serta masalah.


NILAI OPERASI LAYANAN

Setiap tahapan siklus hidup layanan ITIL menambah dan memberikan nilai bagi bisnis. operasi layanan ini dilakukan dengan melaksanakan proses dan menjalankan layanan sebagaimana dimaksud oleh strategi layanan, desain layanan dan layanan transisi tahapan siklus hidup. operasi layanan adalah wajah yang terlihat oleh organisasi IT dan merupakan hal 'terdekat' kepada pengguna dan pelanggan. pengiriman yang efektif dan efisiensi dari layanan apa yang diharapkan dari operasi layanan.


KEGIATAN DAN FUNGSI UTAMA

Proses yang dilakukan oleh operasi layanan antara lain :

- manajemen acara : proses ini adalah yang bertanggung jawab untuk pemantauan semua peristiwa di seluruh infrastruktur IT dan aplikasi untuk memastikan operasi berjalan normal. manajemen acara ada untuk mendeteksi, meningkat dan bereaksi terhadap pengecualian.

- manajemen insiden : proses ini adalah untuk menangani semua insiden. Baik itu  insiden di mana layanan sedang terganggu atau di mana layanan belum terganggu.

- Pemenuhan permintaan : proses ini adalah yang melakukan permintaan layanan dari pengguna. Pemenuhan permintaan mencakup permintaan perubahan standar, permintaan informasi dan pengaduan. Dari perspektif layanan meja, proses permintaan pemenuhan cenderung menutupi semua panggilan yang bukan insiden atau berhubungan dengan masalah.

- Manajemen masalah : Proses ini bertanggung jawab untuk pengelolaan semua masalah dalam infrastruktur IT. Proses ini meliputi penganalisaan akar penyebab dan tiba di resolusi masalah. Manajemen masalah tetap bertanggung jawab sampai resolusi dilaksanakan oleh proses manajemen perubahan dan manajemen rilis.

- Manajemen akses : Proses ini memungkinkan pengguna dengan tingkat yang benar untuk mengakses aplikasi atau layanan. Hal ini juga memastikan bahwa mereka yang tidak berada pada tingkat yang diperlukan otorisasi tidak dapat mengakses aplikasi dan layanan. manajemen akses memungkinkan sebuah organisasi untuk mengontrol akses ke aplikasi dan layanan.

Fungsi Operasi layanan adalah :

- Layanan meja : berfungsi melakukan sejumlah proses, memanajemen insiden tertentu dan permintaan pemenuhan. Layanan meja terdiri dari sekelompok staf terlatih untuk menghadapi kejadian layanan. Staf meja layanan akan memiliki akses ke alat yang diperlukan untuk mengelola peristiwa ini. Meja layanan harus menjadi titik kontak untuk pengguna IT dalam sebuah organisasi.

- Manajemen teknis : ini adalah fungsi yang menyediakan sumber daya dan memastikan bahwa pengetahuan teknologi yang relevan terus up to date. manajemen teknis meliputi semua tim atau daerah yang mendukung pengiriman pengetahuan teknis dan keahlian. Ini termasuk seperti tim jaringan, mainframe, middleware, desktop, server dan database.

- Manajemen aplikasi: berfungsi untuk mengelola aplikasi melalui totalitas siklus hidup mereka. Ini dimulai dengan 'ide' pertama bisnis dan melengkapi saat aplikasi diambil dari layanan. manajemen aplikasi akan terlibat dalam desain, pengujian dan perbaikan secara berkesinambungan dari aplikasi dan layanan yang mendukung aplikasi.

- Manajemen operasional IT : bertanggung jawab untuk operasi infrastruktur IT, organisasi dan aplikasi pada sehari-harinya.

Daerah yang memberikan nilai telah dimodelkan dan dirancang di tempat lain, sehingga operasi layanan akan memiliki banyak interface untuk proses yang merupakan bagian dari fase gaya hidup lainnya, dalam aset tertentu layanan dan manajemen konfigurasi, rilis dan manajemen penyebaran, manajemen pengetahuan, IT layanan kontinuitas manajemen dan manajemen tingkat layanan.


BANTUAN MANDIRI

Organisasi semakin memanfaatkan swadaya persembahan untuk memungkinkan pengguna untuk menyelesaikan masalah yang muncul. Teknologi ini perlu diletakkan untuk memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi yang akan membantu mereka melalui sebuah front-end berbasis web. pelaporan insiden dan permintaan layanan dapat ditangani dengan cara yang sama.

Bantuan mandiri adalah biaya-efektif yang bertujuan untuk menjaga pengguna aktif dalam peran mereka. Statistik dapat dikumpulkan dari pertanyaan yang paling sering diajukan atau halaman yang paling sering dikunjungi. Hal ini mengurangi risiko bahwa kebutuhan pelatihan atau kesenjangan teknologi tidak diidentifikasi meskipun belum ada meja layanan login panggilan.

Komunikasi yang baik sangat penting untuk operasi layanan. Perlu ada komunikasi aktif antara tim IT dengan departemen dan dengan area bisnis dan pengguna. Anggota proses operasi staf layanan usaha harus menyadari kebutuhan untuk berkomunikasi secara teratur dengan anggota staf untuk melakukan proses lainnya.

Satu yang harus diingat, bahwa bagaimanapun komunikasi yang efektif harus memiliki tujuan yang dapat dipahami dan, idealnya dipahami oleh khalayak tertentu. Terlalu banyak komunikasi tanpa tujuan tertentu atau hasil yang diinginkan dapat dan biasanya akan menjadi kontraproduktif. Informasi yang berlebihan cenderung mengurangi perhatian orang sehingga bosan dengan informasi baru, dan ini bisa sama buruknya dengan tidak berkomunikasi.

Demikian sekilas terjemahan dari buku "IT SERVICE MANAGEMENT" semoga menambah wawasan dan memberi dampak positif bagi yang membaca.

berikut ada beberapa website yang berkaitan :

www.efqm.org
European Foundation for Quality Management

Information Systems Audit and Control Association

International Organization for Standardization

ISO/IEC 20000 certification and qualification schemes

The official ITIL® website

The IT Service Management Forum

itSMF International

Sarbanes-Oxley

Carnegie Mellon University Capability and Maturity Model


Senin, 18 Januari 2016

Teori Organisasi Umum 2# - PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI (2)

1. Pengertian Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi individu maupun organisasi. Mengambil keputusan kadang-kadang mudah tetapi lebih sering sulit sekali. Kemudahan atau kesulitan mengambil keputusan tergantung pada banyaknya alternatif yang tersedia. Semakin banyak alternatif yang tersedia, kita akan semakin sulit dalam mengambil keputusan. Keputusan yang diambil memiliki tinkat yang berbeda-beda. Ada keputusan yang tidak terlalu berpengaruh terhadap organisasi, tetapi ada keputusan yang dapat menentukan kelangsungan hidup organisasi. Oleh karena itu, hendaknya mengambil keputusan dengan hati-hati dan bijaksana serta dapat memberikan hasil yang positif bagi seluruh anggota organisasi
Keputusan adalah sesuatu pilihan yang diambil diantara satu atau lebih pilihan yang tersedia yang mana dipilih melalui suatu proses musyawarah atau diskusi yang nantinya akan disetujui oleh berbagai pihak dalam organisasi tersebut.


2. Jenis-Jenis Keputusan
Jenis Keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut. Bagian mana organisasi harus dilibatkan dalam mengambil keputusan, dan pada bagian organisasi mana keputusan tersebut difokuskan.
Secara garis besar keputusan digolongkan ke dalam keputusan rutin dan keputusan yang tidak rutin. Keputusan rutin adalah keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang, dan biasanya telah dikembangkan cara tertentu untuk mengendalikannya. Keputusan tidak rutin adalah keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.
Dalam mengambil keputusan, baik yang bersifat rutin maupun tidak, ada dua metode yang digunakan. Metode pertama adalah metode tradisional, dimana pengambilan keputusan lebih berdasarkan pada intuisi dan kebiasaan. Metode yang kedua adalah metode modern, dimana pengambilan keputusan didasarkan pada perhitungan matematis dan penggunaan instrumen yang bersifat modern, seperti komputer dan perhitungan statistik.
Pengambilan keputusan berdasrkan metode ada 2, yaitu tradisional dan modern. Pengambilan keputusan secara garis besar ada 2, yaitu rutin dan tidak rutin.


3. Implikasi Manajerial Pengambilan Keputusan


Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus halangan geografis artitisial.Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara tersebut. Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara dimana perusahaan itu berada.

Minggu, 29 November 2015

Teori Organisasi Umum 2# - PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI (1)

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI
A. Definisi dan Dasar Pengambilan Keputusan.
Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final. Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu opini terhadap pilihan.
Definisi Pengambilan Keputusan Menurut Para Ahli
• Menurut George R. Terry pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
• Menurut Sondang P. Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling cepat.
• Menurut James A. F. Stoner pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan itu adalah  suatu cara yang digunakan untuk memberikan suatu pendapat yang dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara / teknik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak.
Dasar Pengambilan Keputusan :
Menurut George R.Terry dan Brinckloe disebutkan dasar-dasar pendekatan dari pengambilan keputusan yang dapat digunakan yaitu :
1. Intuisi
Pengambilan keputusan yang didasarkan atas intuisi atau perasaan memiliki sifat subjektif sehingga mudah terkena pengaruh. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi ini mengandung beberapa keuntungan dan kelemahan.
2. Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat diperhitungkan untung ruginya terhadap keputusan yang akan dihasilkan. Orang yang memiliki banyak pengalaman tentu akan lebih matang dalam membuat keputusan akan tetapi, peristiwa yang lampau tidak sama dengan peristiwa yang terjadi kini.
3. Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan-keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
4. Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.
5. Logika/Rasional
Pengambilan keputusan yang berdasarkan logika ialah suatu studi yang rasional terhadap semuan unsur pada setiap sisi dalam proses pengambilan keputusan. Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasional, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan. Pada pengambilan keputusan secara logika terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
·         kejelasan masalah
·         orientasi tujuan : kesatuan pengertian tujuan yang ingin dicapai
·         pengetahuan alternatif : seluruh alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya
·         preferensi yang jelas : alternatif bisa diurutkan sesuai criteria
·         hasil maksimal : pemilihan alternatif terbaik didasarkan atas hasil ekonomis yang maksimal
B. Jenis-Jenis Keputusan Organisasi
Keputusan Terprogram
     Merupakan keputusan yang berulang dan telah ditentukan sebelumnya, dalam keputusan terprogram prosedur dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami organisasi. Keputusan terprogram memiliki struktur yang baik karena pada umumnya kriteria bagaimana suatu kinerja diukur sudah jelas, informasi mengenai kinerja saat ini tersedia dengan baik, terdapat banyak alternatif keputusan, dan tingkat kepastian relatif yang tinggi. Tingkat kepastian relatif adalah perbandingan tingkat keberberhasilan antara 2 alternatif atau lebih. Contoh keputusan terprogram adalah, aturan umum penetapan harga pada industri rumah makan dimana makanan akan diberi harga hingga 3 kali lipat dari direct cost.
Keputusan Tidak Terprogram
     Keputusan ini belum ditetapkan sebelumnya dan pada keputusan tidak terprogram tidak ada prosedur baku yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan. Keputusan ini dilakukan ketika organisasi menemui masalah yang belum pernah mereka alami sebelumnya, sehingga organisasi tidak dapat memutuskan bagaimana merespon permasalahan tersebut, sehingga terdapat ketidakpastian apakah solusi yang diputuskan dapat menyelesaikan permasalahan atau tidak, akibatnya keputusan tidak terprogram menghasilkan lebih sedikit alternatif keputusan dibandingkan dengan keputusan terprogram selain itu tingginya kompleksitas dan ketidakpastian keputusan tidak terprogram pada umumnya melibatkan perencanaan strategik.
 
Adapun jenis keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut, yaitu :
Keputusan Rutin
     Keputusan Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk mengendalikannya.
Keputusan tidak Rutin
     Keputusan tidak Rutin adalah Keputusan yang tidak terencana biasanya diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.
C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
1. Posisi atau kedudukan
    Dalam mengambil suatu keputusan posisi atau kedudukan sangat menentukan yaitu apakah posisi seseorang itu masuk ke dalam pembuat keputusan (decision maker), penentu keputusan (decision taker) atau karyawan (staff) karena dari penentuan posisi inilah kemudian dapat ditentukan bagian apa yang harus dikerjakan pada posisinya masing-masing sehingga keputusan yang diambil bisa tepat.
2. Masalah
    Masalah merupakan suatu penghalang untuk tercapainya suatu tujuan, jadi dalam mengambil suatu keputusan harus benar-benar dipahami masalah yang sedang dihadapi sehingga kita bisa mengambil keputusan yang tepat dan juga suatu tujuan dapat tercapai.
3. Situasi
    Situasi merupakan keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan yang berkaitan satu sama lain dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat.
4. Kondisi
    Kondisi adalah keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya berbuat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya-sumber daya.
5. Tujuan
    Tujuan yang hendak dicapai baik tujuan perorangan, tujuan unit (kesatuan), tujuan organisasi, maupun tujuan usaha yang pada umumnya telah ditentukan. Tujuan yang ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau objektif.
D. Implikasi Manajerial dalam Pengambilan Keputusan
1.Gaya pengambilan keputusan
2.Gaya Direktif (Pengarahan)
   Adalah Suatu gaya pengambilan keputusan dengan ambiguitas/ketidakjelasan yang rendah dan cara berpikirnya yang rasional
3. Gaya Analitis
Adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang tinggi terhadap ambiguitas/ketidakjelasan dan cara berpikirnya rasional
4.Gaya Konseptual
Adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang tinggi untuk ambiquitas /ketidakjelasan dan cara berpikir intuitif yang tinggi juga
5. Gaya Perilaku
Adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang rendah untuk ambiquitas/ketidakjelasan dengan cara berpikir intuitif yang tinggi
Sekian penjelasan singkat mengenai "PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI ".
Referensi :
http://informatika.web.id/5-dasar-dalam-pengambilan-keputusan.html
http://erlanggaba.blogspot.co.id/2013/05/implikasi-manajerial-dalam-pengambilan.html
http://celotehanbiasa.blogspot.co.id/2015/04/jenis-jenis-keputusan-dalam-organisasi.html
http://rustyrisdy.blogspot.co.id/2013/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi_27.html?m=1

Teori Organisasi Umum 2# - KEPEMIMPINAN

KEPEMIMPINAN
A. Arti Penting Kepemimpinan
Arti penting pemimpin adalah arti penting dari sikap dan kewibawaan kita di mana kita berdiri.
ini sangat penting karna disetiap lingkup kita harus memiliki jiwa kepemimpinan, seperti pria mereka harus memiliki jiwa kepemimpinan, karna mau tidak mau mereka akan jadi pemimpin diri sendiri, keluarga maupun ruang lingkupnya. jadi jiwa kepemimpinan harus kita tanamkan pada waktu dini agar kita terbiasa.
Genetic Theory
Pemimpin adalah dilahirkan dengan membawa sifat-sifat kepemimpinan dan tidak perlu belajar lagi. Sifat utama seorang pemimpin diperoleh secara genetik dari orang tuanya.
Traits theory
Teori ini menyatakan bahwa efektivitas kepemimpinan tergantung pada karakter pemimpinnya. Sifat-sifat yang dimiliki antara lain kepribadian, keunggulan fisik, dan kemampuan sosial. Karakter yang harus dimiliki seseorang manurut judith R. Gordon mencakup kemampuan istimewa dalam:
- Kemampuan Intelektual
- Kematangan Pribadi
- Pendidikan
- Statuts Sosial Ekonomi
- Human Relation
- Motivasi Intrinsik
- Dorongan untuk maju
Ronggowarsito menyebutkan seorang pemimpin harus memiliki astabrata, yakni delapan sifat unggul yang dikaitkan dengan sifat alam seperti tanah, api, angin, angkasa, bulan, matahari, bintang.
Behavioral Theory
Karena keterbatasan peramalan efektivitas kepemimpinan melalui trait, para peneliti mulai mengembangkan pemikiran untuk meneliti perilaku pemimpin sebagai cara untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan. Konsepnya beralih dari siapa yang memiliki memimpin ke bagaimana perilaku seorang untuk memimpin secara efektif.
Kegiatan manusia secara bersama-sama selalu membutuhkan kepemimpinan. Untuk berbagai usaha dan kegiatannya diperlukan upaya yang terencana dan sistematis dalam melatih dan mempersiapkan pemimpin baru. Oleh karena itu, banyak studi dan penelitian dilakukan orang untuk mempelajari masalah pemimpin dan kepemimpinan yang menghasilkan berbagai teori tentang kepemimpinan.
Teori kepemimpinan merupakan penggeneralisasian suatu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya, dengan menonjolkan latar belakang historis, sebab-sebab timbulnya kepemimpinan, persyaratan pemimpin, sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya serta etika profesi kepemimpinan (Kartini Kartono, 1994: 27).
Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain : Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa. Sebab-sebab munculnya pemimpin Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain:
a. Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
b. Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.
B. Tipologi Kepemimpinan
Sejak dahulu kepemimpinan menjadi salah satu kajian yang menarik untuk di telaah secara mendalam, sebab arah peradaban suatu bangsa tak bisa lepas dari sebuah gaya kepemimpinan seseorang.
Namun tentu saja setiap proporsi kepemimpinan dari seorang pemimpin senantiasa berbeda-beda sebab itu semua bergantung pada bangunan epistemologis dan konstruk ideologisnya masing-masing.
Ada beberapa tipologi kepemimpinan yang sering kali kita temukan dalam gaya seorang pemimpin :
1. Gaya Otoriter/Totaliter yaitu gaya kepemimpinan yang selalu memaksakan kehendaknya pada setiap orang meskipun dengan jalan kekerasan, namun kebijakannya berlaku secara distributif dan tanpa kompromi. Gaya ini secara epistemologis cenderung beraliran Macchiavellian, Hobbesian.
2. Gaya Demokratis yaitu gaya kepemimpinan yang cenderung selalu menggunakan musyawarah, namun gaya ini sangat lemah mengambil sikap dalam setiap tindakannya dan terkesan pragmatik. Gaya ini secara epistemologis cenderung beraliran liberal-moderat.
3. Gaya para Nabi yaitu gaya kepemimpinan yang kharismatik dengan menggunakan jalan kemanusiaan, dalam arti lebih mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan, dibanding dengan kepentingan pragmatis. Gaya ini cenderung mengikuti aliran humanistik-teologis.
Dari beberapa tipologi kepemimpinan di atas, maka kita dapat memahami bangunan epistemologis dan konstruk ideologisnya melalui gaya kepemimpinan dari seorang pemimpin.
Dari hal tersebut di atas, maka kita dapat memahami pula bahwa tidak saya maupun anda, setiap pemimpin dapat kita ketahui bangunan ideologis maupun epistemologis melalui gaya kepemimpinan yang implementasikan.
C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan
Seperti yang telah kita ketahui Kepemimpinan adalah kemampuan yang sanggup meyakinkan orang lain supaya bekerjasama dibawah pimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai tujuan tertentu. namun ada beberapa faktor-faktor penting yang mempengaruhi kepemimpinan tersebut, diantaranya adalah :
1. Faktor Kemampuan Personal
    Pengertian kemampuan personal adalah kombinasi antara potensi sejak pemimpin dilahirkan ke dunia sebagai manusia dan faktor pendidikan yang ia dapatkan. Jika seseorang lahir dengan kemampuan dasar kepemimpinan, ia akan lebih hebat jika mendapatkan perlakuan edukatif dari lingkungan, jika tidak, ia hanya akan menjadi pemimpin yang biasa dan standar. Sebaliknya jika manusia lahir tidak dengan potensi kepemimpinan namun mendapatkan perlakuan edukatif dari lingkunganya akan menjadi pemimpin dengan kemampuan yang standar pula. Dengan demikian antara potensi bawaan dan perlakuan edukatif lingkungan adalah dua hal tidak terpisahkan yang sangat menentukan hebatnya seorang pemimpin.
2. Faktor Jabatan
    Pengertian jabatan adalah struktur kekuasaan yang pemimpin duduki. Jabatan tidak dapat dihindari terlebih dalam kehidupan modern saat ini, semuanya seakan terstrukturifikasi. Dua orang mempunyai kemampuan kepemimpinan yang sama tetapi satu mempunyai jabatan dan yang lain tidak maka akan kalah pengaruh. sama-sama mempunyai jabatan tetapi tingkatannya tidak sama maka akan mempunya pengarauh yang berbeda.
3. Faktor Situasi dan Kondisi
    Pengertian situasi adalah kondisi yang melingkupi perilaku kepemimpinan. Disaat situasi tidak menentu dan kacau akan lebih efektif jika hadir seorang pemimpin yang karismatik. Jika kebutuhan organisasi adalah sulit untuk maju karena anggota organisasi yang tidak berkepribadian progresif maka perlu pemimpin transformasional. Jika identitas yang akan dicitrakan oragnisasi adalah religiutas maka kehadiran pemimpin yang mempunyai kemampuan kepemimpinan spritual adalah hal yang sangat signifikan. Begitulah situasi berbicara, ia juga memilah dan memilih kemampuan para pemimpin, apakah ia hadir disaat yang tepat atau tidak.
D. Implikasi Manajerial Kepemimpinan dalam Organisasi
Kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain yaitu para karyawan atau bawahan,para karyawan harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin Seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang dengan kekuasaanya mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan. Kekuasaan itu dapat bersumber dari : hadiah,hukuman,otoritas, dan charisma. Pemimpin harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri,sikap bertanggung jawab yang tulus, pengetahuan dan keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan pada diri sendiri dan orang lain dalam membangun organisasi.
     Dalam teori manajerial grid terdapat dua orientasi yang dijadikan ukuran yaitu berfokus pada manusia dan pada tugas. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya hubungan antar individu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepada bawahan. Sebagai seorang pemimpin, bertugas memberikan arahan serta bimbingan terhadap bawahannya, sehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Implikasi teori ini terhadap sistem komunikasi organisasi adalah bahwa teori ini memandang pentingnya komunikasi dalam menjalankan kepemimpinan dengan lima gaya yang berbeda dari para pemimpin.
Sekian penjelasan mengenai "KEPEMIMPINAN" dan sub pembahasannya, semoga kita dapat mengambil ilmu yg bermanfaat.
Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan
https://dayensobarna.wordpress.com/2015/06/01/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-kepemimpinan/
http://suryasyahrulrajabfoundation.blogspot.com/2012/04/beberapa-tipologi-kepemimpinan.html
http://rustyrisdy.blogspot.co.id/2013/05/teori-dan-arti-penting-kepemimpinan.html?m=1