Minggu, 29 Maret 2015

Studi Kasus Ilmu Budaya Dasar BAB 2


Studi Kasus BAB 2 ( Manusia dan Kebudayaan)


  Menurut studi kasus yang saya lakukan mengenai manusia dan kebudayaan remaja dilingkungan kehidupan saya sudah bisa dibilang menyimpang dari kebudayaan bangsa kita yaitu bangsa timur. 

 Banyak sekali remaja yang melupakan kebudayaan bangsa timur dan lebih mengenal kebudayaan bangsa barat. Contohnya seperti, cara bergaul remaja zaman sekarang, anak SD yang bisa dikatakan belum wajar untuk mengenal istilah berpacaran tetapi mereka sudah mengenal apa itu berpacaran dan tidak hanya mengenal istilahnya saja tetapi juga sudah pernah mencoba apa itu pacaran. Itu dikalangan anak SD berbeda dengan kalangan anak SMP, SMA dan kuliahan yang sudah bisa dikatakan sangat menyimpang dalam mengartikan apa istilah berpacaran. Dari salah mengartikan apa istilah itu banyak remaja yang mengartikan berpacaran itu saling menyayangi dan memberikan apa yang kita punya kepada pacar kita, hal ini sangat salah dan ini mencontoh dari pergaulan anak-anak bangsa barat yang dikatakan dalam pergaulannya sangat bebas dan tidak mengenal cara berbudaya yang baik dan benar. 

 Kasus seperti ini sebenarnya bisa dicegah dengan cara memberitahu, mengajarkan dan menerapkan kebudayaan bangsa kita sejak kecil dikehidupan sehari-hari agar terus terbawa dan terbiasa menerapkannya dilingkungan pergaulannya.

Sumber :
https://jannessantoso.wordpress.com/2011/03/25/studi-kasus-manusia-dan-kebudayaannya/

Sabtu, 28 Maret 2015

Ilmu Budaya Dasar BAB 3



3.Konsepsi ilmu budaya dasar dalam kesusastraan


3.1. PENDEKATAN KESUSASTRAAN

A. Pengertian sastra dan seni

Sastra (Sansekerta:shastra) merupakan kata serapan dari bahasa sansekerta yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "dari kata dasar 'sas' yang berarti"instruksi" atau "ajaran" dan 'tra' yang berati "alat" atau "sarana". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk pada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti ataukeindahan tertentu. Sastra lebih mengacu sesuai definisinya sebagai sekedar teks.
Selain kita telah mengenal sastra kita juga pasti telah mengetahui seni, seni ini sudah kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari seni juga sudah menjadi kebutuhan sehari-hari dalam hidup manusia. Seni berasal dari kata sani (Sansekerta) yang berarti pemujaan persembahandan pelayanan. Kata tersebut berkaitan erat dengan upacara keagamaan yang disebut kesenian. Berikut definisi seni menurut para ahli :
  • Aristoteles "seni adalah peniruan terhadapa alam tetapi sifatnya harus ideal"
  • Plato dan Rousseau " seni adalah hasil peniruan alam dengan segala isinya"
  • Ensiklopedi Indonesia ''seni  merupakan ciptaan segala hal karena keindahannya orang senang melihat atau mendengarkannya"
B. Peranan sastra

Sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Sastra juga lebih mudah berkomunikasi karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat yang juga mempergunakan bahasa adalah abstraksi.

C. Hubungan Sastra dan seni dengan ilmu budaya dasar

Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi – materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.Budaya Indonesia sanagat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya. 
Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut :

1. kenyataan bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas dari ikatan2 primordial, kesukaan, dan kedaerahan .

2. Proses pembangunan yg sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya .

3. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan mausia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya .

3.2. Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan prosa

A. Pengertian Prosa

Prosa adalah suatu tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme yang dimilikinya lebih besar , serta bahasnya yang sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahas latin "Prosa" yang artinya " terus terang ".. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat , serta berbagai jenis media lainnnya. Prosa juga dibagi dalam 2 bagian yaitu prosa lama dan prosa baru. Prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat sedangkan prosa baru adalah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.

B. Jenis-jenis Prosa

Prosa dibagi menjadi 4 jenis yaitu
  1. Prosa naratif
  2. Prosa deskriptif
  3. Prosa eksposisi
  4. Prosa argumentatif

C. 5 Komponen prosa baru dan lama

Prosa lama terdiri dari :
  1. Dongeng
  2. Hikayat
  3. Sejarah
  4. Epos
  5. Cerita pelipur lara
Prosa baru terdiri dari :
  1. Cerpen 
  2. Roman/Novel
  3. Biografi
  4. Kisah
  5. Resensi
  6. Esai
  7. Otobiografi
3.3. NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI

A. Pengertian Prosa Fiksi 

Menurut isinya prosa dibagi menjadi 2, yaitu
  1. Prosa fiksi
  2. Prosa non fiksi
Prosa fiksi adalah prosa yang berupa cerita rekaan atau khayalan pengarangnya. Isi cerita tidak sepenuhnya berdasarkan pada fakta, Prosa Fiksi disebut juga karangan narasi sugestif/imajinatif. Dalam bentuk prosa fiksi yang non konvensional itu, tujuan umumnya hanya ingin menampilkan gagasan secara aktual lewat karya prosa yang ditampilkannya. untuk memahaminya, pembaca harus memiliki bekal ilmu humanitas terutama psikologi dan filsafat.

B. Nilai-nilai yang ada dalam prosa fiksi
Dalam suatu karya sastra pasti membawakan atau berisi pesan moral yang berarti karya-karya sastra tersebut mempunyai nilai-nilai. Berikut nila-nilai dalam Prosa :
  1. Prosa fiksi memberikan kesenangan
  2. Prosa fiksi memberikan informasi
  3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
  4. Prosa fiksi memberikan keseimbangan wawasan


C. Karya sastra

Sastra berupa Pantun 

  • PANTUN JENAKA
1. Jalan-Jalan ke Kota Sumedang
Ada Kambing Makan Rumput
Anak-anak pada Senang
Melihat banci Bergoyang Dangdut

         2. Orang menganyam sambil duduk
Kalau sudah bawa ke balai
Melihat ayam memakai tanduk
Datang musang meminta damai

  • PANTUN PERCINTAAN
          1.  Coba-coba menanam mumbang
               Moga-moga tumbuh kelapa
               Coba-coba bertanam sayang
               Moga-moga menjadi cinta

           2. Limau purut lebat dipangkal
               Sayang selasih condong uratnya
               Angin ribut dapat di tangkal 
               Hati yang kasih apa obatnya 







3.4. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI


A. Pengertian puisi

Puisi adalah seni tertulis dimana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan atau selain arti semantiknya. puisi termasuk sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian dan kesenian adalahunsur darikebudayaan. Puisi adalah eksprei pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya. Kepuitisan dan karakteristik bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dan menggunakan :

  1. Figura bahasa seoerti gaya personifikasi,metafora,dan sebagainya
  2. Kata-kata yang ambiquitas
  3. Kata-kata yang konotatif
  4. Pengulangan

Ilmu Budaya Dasar BAB 2



2. MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain . Kedua hal tersebut merupakan dasar bagi pembahasan materi materi selanjutnya .Dalam uraian ini kita akan mencoba membahas tentang pengertian pengertian dasar tentang manusia dan kebudayaan uraian ini dimaksudkan untuk memberikan dasar yang lebih kuat untuk pembahasan tentang materi IBD ini.


2.1. MANUSIA

Manusia dapat dipandang dari beberapa segi ilmu dan tentunya mempunyai peranan yang unik dalam dunia ini.Pendefinisian manusia adalah sebagai berikut :
 Dalam ilmu eksakta , yaitu :

1.(Ilmu kimia): Dalam ilmu eksakata, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan system yang dimiliki oleh manusia.

2.(Ilmu Fisika): Manusia merupakan kumpulan dari berbagai system fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi.

3.(Ilmu Biologi): Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golngan mamalia.
Selain itu dalam ilmu social juga manusia mempunyai pendefinisian yang tak kalah,yaitu:

4.(Ilmu Ekonomi): Dalam ilmu-ilmu social,manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan,sering disebut homo economicus.

5.(Ilmu Sosiologi):Manusia merupakan mahluk social yang tidak dapat berdiri sendiri.

6.(Ilmu Politik):Mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan.


Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan dalam menjelaskan unsur-unsur yang membangun terbentuknya manusia secara utuh.

1. Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait ,yaitu :

a) Jasad , yaitu : Badan kasar manusia yang nampak pada luarnya ,dapat diraba dan difoto ,dan menempati ruang dan waktu

b) Hayat , yaitu : mengandung unsur hidup ,yang ditandai dengan gerak

c) Ruh ,yaitu : bimbingan dari pimpinan tuhan ,daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran ,serta mempunyai kemampuan mencipta yang bersifat konseptional yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan

d) Nafas ,yaitu : dalam pengertian diri atau pengakuan ,yaitu kesadaran akan diri sendiri


2. Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung 3 unsur ,yaitu :
a. ID , yaitu struktur kepribadian yang sangat primitive

b. EGO, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan
id ,sering kali disebut sebagai kepribadian ekskutif karena peranannya dalam
menghubungkan energi id kedalam saluran social yang dapat dimengerti oleh
orang lain .

c. SUPER EGO, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir kira kira muncul
pada usia 5 tahun,,, superego terbentuk dari lingkungan eksternal



2.2. HAKIKAT MANUSIA

A. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba ,dirasa wujudnya konkrit tapi tak abadi ,tubuh akan hancur ketika kita sudah meninggal dan dikubur. Sedangkan jiwa tidak dapat dirasa, tidak dapat diraba ,dan dilihat ,sifatnya abstrak tapi abadi ketika kita sudah meninggal.

B. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna , jika dibandingkan dengan makhluk lainnya
Kesempurnaan terletak kepada adat dan budayanya ,karena manusia dilengkapi oleh peciptanya dengan akal , perasaan ,dan kehendak yang terdapat dalam jiwa manusia .Dengan akal ratio manusia bisa menciptakan IPTEK dan memiliki rasa saling membutuhkan sehingga manusia disebut sebagai makhluk sosial.

Daya rasa dalam diri manusia itu ada 2 macam:

a). Perasaan Inderawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindra, tingkatannya rendah dan terdapat pada manusia atau binatang.

b). Perasaan Rohani adalah perasan luhur yang hanya terdapat pada manusia, Misalkan :
1)Perasaan intelektual: Perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
2)Perasaan estetis: Perasaaan yang berkenan dengan keindahan.
3)Perasaan etis: Perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
4)Perasaaan diri: Perassan yang berkenan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain.
5)Perasaan sosial: Perasaan yang berkenan dengan kelompok atau korps atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain.
6)Perasaaan Religius: Perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan

 C. Mahluk Biokultural,yaitu mahluk hayati yang budayawi                                                           
Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi


2.3. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR

Francis L.K Hsu, sarjana Amerika keturunan Cina yang mengkombinasikan dalam dirinya keahlian di dalam ilmu antropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesusastraan cina klasik.
Ilmu psikologi yang memang berasal dan timbul dalam masyarakat Barat, dimana konsep individu itu mengambil tempat yang amat penting. Biasanya menganalisis jiwa manusia dengan terlampaui banyak menekan kepada pembatasan konsep individu sebagai kesatuan analisis tersendiri.

Untuk menghindari pendekatan terhadap jiwa manusia itu, hanya sebagai subyek yang terkandung dalam batas individu yang terisolasi, maka Hsu telah mengembangkan suatu konsepsi, bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya itu mengandung delapan daerah yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentris sekitar dan pribadi.

Nomor 7 dan nomor 6 disebut daerah tak sadar dan sub sadar. Kedua lingkaran itu berada di daerah pedalaman dari alam jiwa individu dan terdiri dari bahan pikiran dan gagasan yang telah terdesak ke dalam.

Nomor 5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan (unexpressed conscious). Lingkaran itu terdiri dari pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan yang disadari oleh si individu yang bersangkutan,tetapi disimpannya saja di dalam alam jiwanya sendiri dan tak dinyatakan kepada siapapun juga dalam lingkungannya. Hal itu disebabkan ada kemungkinan, bahwa :

a) Ia takut salah dan takut dimarahi orang apabila ia menyatakannya, atau karena ia punya maksud jahat.
b) Ia sungkan menyatakannya, atau karena belum yakin bahwa ia akan mendapat respons dan pengertian yang baik dari sesamanya, atau takut bahwa walaupun diberi respons, respons itu sebenarnya tak diberikkan dengan hati yang ikhlas atau juga karena ia takut ditolak mentah-mentah.
c) Ia malu karena takut ditertawakan, atau karena ada perasaan bersalah yang mendalam.
d) Ia tidak bisa menemukan kata-kata atau perumusan yang cocok untuk menyatakan gagasan yang bersangkutan tadi kepada sesamanya.

Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan (expressed conscious). Lingkaran ini di dalam alam jiwa manusia mengandung pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, dan perasaan-perasaan yang dapat dinyatakan secara terbuka oleh si individu kepada sesamanya.

Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib, mengandung konsepsi tentang orang-orang, binatang-binatang, atau benda-benda yang oleh si individu diajak bergaul secara mesra dan karib, yang bisa dipakai sebagai tempat berlindung dan tempat mencurahkan isi hati apabila ia sedang terkena tekanan batin atau dikejar-kejar oleh kesedihan dan oleh masalah-masalah hidup yang menyulitkan.

Nomor 2 disebut lingkungan hubungan berguna, tidak lagi ditandai oleh sikap sayang dan mesra, melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang atau benda-benda itu bagi dirinya.

Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam jiwa manusia tentang manusia, benda-benda, alat-alat, pengetahuan dan adat yang ada dalam kebudayaan dan masyarakat sendiri, tetapi yang jarang sekali mempunyai arti dan pengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari.

Nomor 0 disebut lingkungan dunia luar, terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan yang hampir sama dengan pikiran yang terletak dalam lingkungan nomor 1, hanya bedanya terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan tentang orang dan hal yang terletak di luar masyarakat dan negara Indonesia, dan ditanggapi oleh individu bersangkutan dengan sikap masa bodoh.


2.4. PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukkan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu.

Herkovis memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena kebudayaan yang turun temurun dari generasi ke generasi hidup terus. Dalam sehari-hari istilah kebudayaan sering diartikan sama dengan kesenian, terutama seni suara dan seni tari.

Kebudayaan dari bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya.”.

E.B.Tylor (1871) mendefinisikan bahwa kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan sebagai anggota masyarakat.
Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.

Sistem Nilai dan gagasan utama sebagai hakekat kebudayaan terwujud dalam tiga system kebudayaan secara terperinci:
1. Sistem Ideologi: meliputi etika norma,adapt istiadat,peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan
2. Sistem sosial: meliputi hubungan dan kegiatan social dalam masyarakat
3. Sistem teknologi: meliputi segala perhatian serta penggunanya


2.5. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

A. Menurut Melville J.Herkovits kebudayaan terdiri dari 4 unsur yaitu :
1. Alat Teknologi,sebagai alat dan perlengkapan hidup.
2. Sistem Ekonomi
3. Keluarga
4. dan Kekuatan Politik

B. Menurut Brownislaw Malinowski unsur kebudayaan terdiri dari:
1. Sistem Norma,memungkinkan kerjasama antar anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan Lingkungannya.
2. Organisasi Ekonomi.
3. Alat-alat atau lembaga atau petugas pendidik.
4. dan Organisasi kekuatan.

C. Menurut C. Kluckhon ada tujuh unsur kebudayaan Universal,Yaitu :
1. Sistem Religi (sistem kepercayaan)
2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan
3. Sistem Pengetahuan
4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
5. Sistem Teknologi dan Peralatan
6. Bahasa
7. Kesenian


2.6. WUJUD KEBUDAYAAN

Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu,
1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia.                                                                                             Wujud ini disebut sistem budaya yang bersifat abstrak,berpusat pada tiap kepala manusia dan dapat dinyatakan dalam bentuk tulisan.

2. Kompleks aktivitas. 
 Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi,bersifat konkret,dapat diamati,diobservasi.

3. Wujud sebagai benda. 
 Manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari penggunaan peralatan untuk mencapai tujuannya.


2.7. ORIENTASI NILAI BUDAYA

Menurut C. Kluckhon dalam karyanya Variations in Value Orientation sistem nilai budaya secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia,yaitu :

1. Hakekat Hidup Manusia hakekat, Hidup setiap kebudayaan berbeda secara exstern. Seperti berusaha memadamkan hidup,menganggap kelakuan hidup tertentu sebagai suatu hal yang baik.
2. Hakekat karya Manusia, Kebudayaan hakekatnya berbeda-beda ada yang bertujuan untuk hidup,dan lain sebagainya.
3. Hakekat waktu Manusia, Hakekat waktu setiap budaya berbeda,ada yang mementingkan orientasi masa lampau dan mementingkan orientasi masa kini.
4. Hakekat Alam Manusia, Manusia memiliki anggapan yang berbeda,ada yang beranggapan kebudayaan harus mengeksploitasi alam dan ada pula yang beranggap manusia harus harmonis dengan alam.
5. Hakekat Hubungan Manusia, Mementingkan hubungan antar sesamanya dan orientasi pada tokoh,yang berpandanga individualis ditinggalkan saja.


2.8. PERUBAHAN KEBUDAYAAN

Terjadinya gerak perubahan kebudayaan ini disebabkan oleh :
a). Sebab-sebab yang berasal dari masyarakat dan kebudayaanya sendiri. Misalnya perubahan jumlah dan kompisisi penduduk.
b). Perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka cenderung berubah lebih cepat,seperti masuknya budaya barat yang mempengaruhi masyarakat Indonesia. Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan bari,diantaranya :


a). Terbatasnya kontak dengan masyarakat luar disebabkan karena masyarakat yang terlalu menutup diri dengan lingkungan luar.
b). Pandangan hidup dan nilai-nilai dominan pada suatu kebudayaan ditentukan oleh agama,maka penerimaan unsur baru mengalami hambatan yang harus diukur dengan ukuran yang berlandas agama.
c). Corak struktur sosial masyarakat menentukan proses penerimaan kebudayaan sehingga system otoriter sukar menerima unsur budaya baru.
d). Unsur budaya yang diterima jika sebelumnya sudah ada unsur budaya lain yang menjadi landasan bagi unsur kebudayaan yang baru tersebut.
e). Mudah dibuktikan kegunaanya oleh masyarakat yang bersangkutan bila unsur baru memiliki kegiatan yang terbatas.



2.9. KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia.
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain, proses dialektis tercipta melalui tiga tahap, yaitu :

1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.

2. Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, menjadikan masyarakat dengan segala pranata sosialnya untuk mempengaruhi,dan membentuk perilaku manusia.

3. Internalisasi, yaitu proses manusia mempelajari kembali masyarakatnya agar dia dapat hidup baik,hingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.
 
https://bagaskawarasan.wordpress.com/2012/12/08/tugas-2-ilmu-budaya-dasar-ibd-manusia-dan-kebudayaan/